Kamis, 24 November 2011

Thumbs up Mengenal Kota-kota di Sumatra Barat Dan Sejarahnya

Lambang Daerah

Peta


Bentuk Kota Padang


Quote:
Kota Padang(Yg Terkenak Gempa)
merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota Padang merupakan kota terbesar di pesisir barat pulau Sumatera. Kota ini adalah pusat perekonomian, pendidikan, kesehatan dan pelabuhan di Sumatera Barat.Sejak zaman kolonial Hindia-Belanda, Padang merupakan tempat berkumpulnya para aktivis di Sumatera. Padang juga merupakan kota paling produktif dalam mencetak surat kabar. Bandara Internasional Minangkabau dan Pelabuhan Teluk Bayur merupakan pintu gerbang menuju kota Padang dan kota-kota di Sumatera Barat.


Spoiler for Gambar & Keteranganya:

Lambang Daerah

Peta

Jam Gadang Tau Kan?

Quote:
Kota Bukittinggi adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Barat, Indonesia.Kota ini sebelumnya disebut dengan Fort de Kock, dan dahulunya pernah juga dijuluki dengan Parisj van Sumatra selain kota Medan[2]. Dan kota Bukittinggi juga pernah menjadi ibukota negara Indonesia.Kota yang merupakan kota kelahiran salah seorang Proklamator RI yaitu Bung Hatta, merupakan kota pusaka[3] yang terkenal dengan Jam Gadang, yaitu sebuah landmark di ketinggian jantung kota yang berbentuk jam besar mirip Big Ben, dan menjadi simbol bagi kota yang juga berada pada tepi sebuah lembah yang bernama Ngarai Sianok.Selain itu kota Bukittinggi juga terkenal sebagai kota wisata yang berhawa sejuk, dan bersaudara (sister city) dengan Seremban dari Negeri Sembilan di Malaysia.


Spoiler for Gambar & Keterangannya:

Istana Pagaruyung

Quote:
Batusangkar
Asal Usul
Kenapa bernama Batusangkar belum dapat diketahui dengan pasti, yang jelas daerah ini sebelumnya dikenal sebagai Fort Van der Capellen selama masa kolonial Belanda, yaitu sebuah benteng pertahanan Belanda yang didirikan sewaktu Perang Padri. Benteng ini dibangun antara 1822 dan 1826 dan dinamai menurut nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda, G.A.G.Ph. van der Capellen. Kawasan ini secara resmi berganti nama menjadi Batusangkar pada tahun 1949, menggantikan nama kolonialnya.Setelah meredanya PRRI/Permesta, pada tahun 1957, kawasan ini diduduki oleh batalyon 439 Diponegoro, dan selanjutnya pada tanggal 25 Mei 1960 menjadi kantor Polres Tanah Datar.Dan seiring dengan perkembangan zaman dan adanya keinginan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar untuk memindahkan Pusat Pemerintahan dari Batusangkar ke Pagaruyung, maka pada tanggal 26 April 2001 Markas Komando (Mako) Polres Tanah Datar yang baru di resmikan di Pagaruyung. Dan selanjutnya kawasan ini akan direhabilitasi kembali menjadi Fort Van der Capellen sebagai tempat objek wisata sejarah. Sekarang, kawasan ini masuk menjadi bahagian dari kecamatan Lima Kaum, kabupaten Tanah Datar.


Spoiler for Gambar & Keterangannya:

Lambang Daerah

Peta

Lembah Harau Payakumbuh

pemandian batang tabik


Quote:
Kota Payakumbuh
Sejarah
Kota ini dibelah oleh sungai yang bernama Batang Agam, menurut tambo setempat, dari salah satu kawasan di dalam kota ini terdapat suatu nagari tertua yaitu nagari Aie Tabik dan pada tahun 1840[2], Belanda membangun jembatan batu untuk menghubungkan kawasan tersebut dengan pusat kota sekarang. Jembatan itu sekarang dikenal juga dengan nama Jembatan Ratapan Ibu.


Spoiler for Gambar & Keterangannya(ini jugak yg terkenak gempa kemarin):

Lambang Daerah

Peta

Pantai Pariaman

pestatabuik dipariaman

Quote:
Kota Pariaman
Kota Pariaman merupakan salah satu kota di Sumatera Barat, Indonesia. Merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Padang Pariaman yang terletak di pesisir pantai sebelah utara kota Padang, Indonesia sesuai dengan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat yang tercakup dalam UU No. 12 tahun 2002 dan mempunyai hari jadi tanggal 12 Juli 2002. Walikota saat ini dijabat oleh H. Nasri Nasar,SH dan wakil walikota IR. Mahyuddin.

Sejarah
Pada abad ke-17, Pariaman adalah kota pelabuhan penting di Minangkabau. Pedagang-pedagang India dan Eropa datang dan berdagang emas, lada dan berbagai hasil perkebunan di pedalaman Minangkabau lainnya. Pada tahun 1663, kolonialis Belanda mengusai pelabuhan dengan perjanjian dengan Kerajaan Aceh. Ketika Belanda memusatkan aktivitasnya di Padang dan membangun rel Kereta Api ke Sumatera Barat pedalaman, pelabuhan Pariaman pun mulai kehilangan pamornya.
Originally Posted by Jgn Lupa Mampir ke thread ane Gan....Mintak cendolnya dunk Ngarap Bangat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar